Selasa, 18 November 2014

Tips Fotografer Profesional

1. Mulailah dengan berbicara kepada para profesional lainnya di lapangan.Banyak orang sudah bekerja sebagai fotografer profesional yang akan bersedia untuk memberikan nasihat kepada individu yang tertarik dalam bidang mereka.  

2. Jelajahi berbagai jenis fotografi. Fotografer profesional cenderung tarif terbaik ketika mereka tidak menyebarkan bakat mereka terlalu banyak. Pengetahuan yang penting melekat pada gaya tertentu fotografi yang mungkin terlewatkan oleh seorang fotografer generalis. Sebagai contoh, Anda mungkin tahu bagaimana untuk mengambil gambar fantastis bayi tetapi belum tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan kendaraan balap. Ini tidak berarti Anda tidak dapat beralih dari satu genre untuk yang lain, tetapi tidak berarti bahwa akan selalu ada banyak belajar antara setiap shift, yang berarti bahwa yang terbaik untuk berkonsentrasi pada satu bidang fotografi pada suatu waktu daripada menyebarkan diri terlalu tipis sepanjang waktu.

3. Tentukan apa jenis kamera yang Anda akan mengandalkan sebagian. Hari-hari ini sebagian besar profesional menggunakan kamera digital SLR pada akhir tinggi harga dan kualitas. Namun, jenis kamera yang Anda mulai dengan tidak perlu mahal atau bahkan digital, itu semua tergantung pada gaya fotografi Anda ingin terlibat dengan dan melakukan penelitian Anda untuk menemukan kamera berkualitas dengan harga yang terjangkau saat ini Anda.

4. Memahami bahwa investasi terbesar Anda harus lensa Anda. Lensa harus jenis removable yang Anda dapat menempatkan di bodi kamera lain jika Anda memutuskan untuk meng-upgrade nanti, Sebuah zoom lensa mewah mungkin tampak seperti ide yang baik tetapi Anda akan belajar lebih banyak tentang komposisi dengan tetap panjang fokal lensa 50mm. Lensa tersebut juga akan lebih murah dan umumnya lebih tajam. Sebuah lensa 50mm tetap memiliki aperture yang lebih luas seperti 1.8, memungkinkan Anda untuk menembak dalam cahaya rendah ditambah kemampuan untuk menciptakan estetika bokeh.

5 dasar model arah/posisi pencahayaan

5 dasar model arah/posisi pencahayaan dalam fotografi baik alami (sinar matahari) maupun dari sumber cahaya buatan (flash), front light, oval light, side light, rim light dan backlight.
1         Oval Light : posisi lightinng berada di 3/4 object, maka yang terjadi adalah sedikit bagian bayangaan pada bagian belakang objek
2         Side Light : posisi lighting tepat di samping objek, maka yang terjadi adalah bayangan pada setengah objek pada sisi yang lain objek yang difoto.
3         Rim Light : posisi berada di bagian belakang dengan sudut 1/4 object, maka yang terjadi adalah bagian depan gelap sehingga akan terjadi garis pada objeck.
4         Back Light : posisi lighting berada tepat di belakang objek, sehingga bagian depan sepenuhnya gelap namun di sisi belakang tercipta garis yang sangat jelas.
5         Front Light : posisi lighting berada tepat di depan objek, sehingga bagian depan akan mendapatkan cahaya yang penuh.


Menikmati setiap hasil jepretan pada subyek dengan berbagai karakter cahaya adalah cara terbaik untuk mempelajari cahaya mana yang tepat bagi subyek foto kita. Satu hal yang patut diingat adalah cahaya bagus tidaklah konstan, terkadang kita harus menunggu momen yang pas untuk menghasilkan foto yang sempurna, atau kita bisa saja kembali ketempat yang sama untuk memotret sebuah subyek, dikarenakan cahaya kurang bagus ketika pertama kali memotret di tempat tersebut.
Salah satu teknik dasar pencahayaan fotografi ketika berhadapan dengan cahaya matahari yang kuat di siang hari serta bayangan jelek adalah dengan mencari naungan bagi subyek foto kita. Arah cahaya akan membuat subyek foto kita menjadi terlihat lebih memiliki dimensi.

Pencahayaan Dalam Fotografi


·         High Key Lighting
Teknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang, biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuai biasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk.
·         Low Key Lighting
Low Key lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key, sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.

·         Candle Light
Hasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan Low Key. Bedanya terletak pada sumber cahaya yang digunakan, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah.
·         Split Lighting
Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya.
·         Split Lighting
Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya.
·         Butterfly Lighting
Teknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan foto dengan bayangan di bawah hidung menyerupai atau mirip bentuk kupu-kupu.Lighting jenis ini sangat cocok untuk foto kosmetik yang menonjolkan kecantikan objek foto.

Teknik dalam fotografi

Blurring adalah Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang diperlukan tergantung pada beberapa faktor. Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah mobil F1 yang melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada eksposure dengan kecepatan rana 1/500 detik. Sementara itu, pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan rana 1/30 detik saja.

Freezing adalah teknik memotret pada sebuah objek yang sedang bergerak dengan seolah-olah hasil foto kita bisa menghentikan objek yang bergerak tersebut. Teknik ini menggunakan kecepatan/speed lensa yang tinggi sehingga objek seolah-olah membeku. Kenapa kita harus menggunakan kecepatan rana yang tinggi karena jika kita menggunakan rana dengan speed rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul kan blur yang memberi kesan gerak dan dipastikan efek foto yang dihasilkan menjadi tidak jelas dan kabur.

Bulb adalah Teknik Bulb adalah teknik dalam fotografi yang menggunakan kecepatan atau speed yang sangat lambat. Biasanya di kamera DSLR yang baru terdapat setingan speed bulb, yaitu dititik kecepatan paling rendah.

Siluet adalah teknik foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya.

Teknik Fotografi

1.  Hyperfocal focus adalah sebagian teknik untuk mempertajam gambar di samping memilih f yg kecil atau yg biasa kita sebut Hukum DOF (Depth of Field).

Teorinya:
photographs yg memerlukan ketajaman gambar yg baik ( di landscape contoh utamanya).
Hukumnya untuk mendapatkannya adalah:
The best approach is not to focus on infinity. but to focus on nearer point, placed so called hyperfocal distance.
This setting gives maximum possible DOF.

  1. Selective Focus adalah Teknik fotografi yang membuyarkan objek pada foto. Ada yang disebut objek depan dan objek belakang. Pada selektif fokus, foto akan mem-blur-kan objek depan atau objek belakang. Jika kedua objek blur maka foto dikatakan blur. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur fokus secara manual dan objek depan harus dekat dengan lensa kamera.
  2. Panning  adalah cara lain untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, Anda mengikuti subjek selama eksposure. Jika terlaksana dengan baik, hasilnya menjadikan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto. Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang. Pemotretan panning harus terencana.
  3. Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain.

Tips Membuat Fotography Reflection

Dalam fotografi teknik, refleksi disebut juga pemantulan. Secara ilmiahnya bisa diartikan sebagai perubahan arah rambat cahaya ke arah sisi medium asalnya, setelah menumbuk antarmuka dua medium.

Namun pengertian gampangnya, jika ada sebuah objek foto yang apik dan letaknya bersebelahan / berdekatan dengan sebuah permukaan air, dimana objek itu bisa terlihat jelas dalam permukaan air, itulah yang disebut refleksi. Namun tidak asal objek foto bisa diaplikasikan dengan teknik foto refleksi lho. Nah berikut ada beberapa tips yang mempermudah Anda memotret dengan teknik foto refleksi

Pilihlah objek foto yang berdetail jelas. Entah itu detail lengkung, runcing, elips atau apapun yang menonjol. Karena hal itu mampu menghasilkan refleksi yang unik dan detail pula.

Pilihlah objek foto yang menjulang. Karena semakin menjulang maka makin mudah penampakan refleksi yang ditangkap dan terlihat di permukaan air. Jika objek fotonya rata, tak bisa berefleksi dengan utuh, karena tak menjangkau jarak objek dengan permukaan air.

Pilihlah permukaan tampilan refleksi yang bening / tak keruh / kotor. Sebenarnya, refleksi tak hanya bisa dilihat di permukaan air, namun bisa juga di permukaan kaca. Namun dalam fotografi teknik, dengan alasan keindahan maka banyak yang mengaplikasikan pada permukaan air. Jika permukaan air / kaca nya kotor, maka sudah pasti refleksi bayangan objek foto tak akan terlihat jelas bahkan sama sekali tak terlihat !

Pilih permukaan air yang tenang sebagai media refleksi. Jika permukaan airnya berombak / gelombang deras, jelas refleksi yang ditampilkan akan kabur / tak jelas.

Posisi fotografer. Anda sebagai fotografer, sebaiknya mengambil posisi di seberang objek foto dan permukaan air. Jangan terlalu jauh atau terlalau dekat, agar Anda bisa mengatur komposisi, cahaya, teknik foto framing ataupun angle foto yang menarik.

Jarak antara objek foto dan permukaan air. Sebaiknya tidak terlalu dekat ataupun terlalu jauh, agar bayangan objek bisa terefleksi jelas di permukaan air. Pastikan objek utamanya bisa terefleksi detail dan penuh di permukaan air

DSLR vs MIRRORLESS CAMERA




Akhir-akhir ini telinga kita semakin akrab dengan yang namanya Mirorless Camera. Yap, perlahan dan pasti kamera dengan inovasi terbaru ini mulai populer bagi para pecinta fotografi. Selain bentuknya yang simple dan
kompak hasil shoot dari kamera ini tidak kalah dari kamera DSLR.





OK, pertama-tama kita bahas dulu perbedaan antara kamera DSLR dengan Mirrorless Camera, Berikut uraiannya:
Letak utama perbedaan DSLR dengan mirorless adalah pada Prinsip Kerja Kameranya. Prinsip kerja DSLR camera adalah ketika lensa menangkap cahaya masuk kedalam tabung lensa, dipantulkan oleh cermin/mirror ke prisma dan ditangkap oleh viewfinder/jendela bidik. Saat tombol shutter (rana) pemotretan dilakukan cermin terangkat dan cahaya dilanjutkan sampai menggapai sensor.
Sedangkan Mirrorless Camera, kamera ini bekerja tanpa cermin pemantul/prisma (mirror atau pentaprisma nya dihilangkan), sehingga ukuran kamera bisa lebih kecil. Cahaya yang melalui lensa ditangkap oleh sensor dan langsung tampil di LCD (seperti kamera poket). Jadi Mirrorless Camera tidak memerlukan cermin, namun lebih mengandalkan sensor.
Keuntungan menggunakan Mirrorless Camera :
1. Desain yang menarik, simple, mudah dibawa
2. Bisa berganti-ganti lensa sesuai dengan kebutuhan seperti pada DSLR
3. Cocok untuk Traveller
4. Mempunyai hasil gambar sekelas DSLR karena menggunakan sensor yang sama besar dengan DSLR.
5. Harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan DSLR
6. Tidak berisik, sangat cocok untuk candid.

Mau tau sejarahnya?

Tahun 2008 Kamera jenis ini mulai berkembang. Panasonic mengembangkam sistem Micro Four Thirds dengan produk pertama mereka, kamera Panasonic Lumix DMC-G1. Dirilis di Jepang pada Oktober 2008. Meskipun sebelumnya ada Leica M8. Namun Leica meluncurkan M8 dengan terbatas karena Leica memakai sensor besar dan dijual dengan harga yang sangat tinggi.
Selanjutnya Ricoh, Olympus dengan produk populernya yang bernama PEN Olympus E-P1 (diumumkan Juni 2009). PEN ini menjadi awal dari berkembang pesatnya mirrorless. Samsung menyusul dengan The NX10 (Januari 2010). Kemudian ada Sony dengan Alpha NEX3 & NEX5 (diumumkan 14 Mei 2010). Tak mau kalah Nikon pun menawarkan 2 produk mirorlessnya Nikon V1 dan Nikon J1. Hanya canon yang belum memproduksi kamera jenis ini. Kita tunggu apakah Canon akan ikut-ikutan atau tetap pada idealisme DSLRnya?